DaerahBerita

Proyek Jembatan Munjul 2 Mangrak, Warga & Pelajar Balaendah Turun ke Jalan: “Macet Diantepkeun, Pamarentah Kamana?”

135
×

Proyek Jembatan Munjul 2 Mangrak, Warga & Pelajar Balaendah Turun ke Jalan: “Macet Diantepkeun, Pamarentah Kamana?”

Sebarkan artikel ini

KAB BANDUNG,-

Newssindo – Kesabaran warga habis. Proyek perbaikan Jembatan Munjul 2 di Jalan Raya Laswi, Kelurahan Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung yang mangkrak lebih dari dua bulan memicu aksi protes.

Sejumlah pelajar dan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat (Gema) Kabupaten Bandung turun ke jalan, Senin (12/10/2026). Mereka menggelar aksi di pinggir jembatan sambil membentangkan spanduk dan membagikan selebaran protes.

Pantauan NEWSSINDO di lokasi, salah satu poster yang dibentangkan bertuliskan sindiran pedas dalam bahasa Sunda: “Macet diantepkeun pamarentah kamana, Dishub & polisi kudu hadir, kontraktor gera bereskeun.”

Koordinator Aksi GEMA, Abi Muhamad Rafli, menegaskan kemacetan parah akibat proyek ini sangat merugikan warga. Pelajar telat sekolah, pekerja telat ngantor, aktivitas lumpuh.

“Perbaikan jembatan berlangsung lebih dari dua bulan dan berdampak pada aktivitas warga. Kita menuntut untuk segera diselesaikan agar tidak terjadi kemacetan,” tegas Abi di lokasi aksi.

Tak hanya itu, Gema juga mendesak Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat untuk turun tangan mengawasi dan mengaudit kontraktor pelaksana proyek. Mereka juga menuntut keterbukaan dokumen publik terkait proyek tersebut.

Gema menilai jalur Laswi – Jelekong adalah jalur vital penghubung Bandung – Garut. Kemacetan di titik ini bukan hanya menyiksa warga Baleendah, tapi juga ribuan pengguna jalan lainnya.

“Saya pernah terjebak macet hingga dua jam sebelum tiba di rumah. Masyarakat berhak mendapatkan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan selama proyek berlangsung,” keluh Abi.

Abi juga meminta aparat Dishub dan kepolisian hadir di lapangan untuk melakukan rekayasa lalu lintas, bukan membiarkan kemacetan mengular tanpa solusi.

“Kita sebetulnya anak muda asli orang Kabupaten Bandung yang resah dengan kondisi kemacetan ini. Kalau pemerintah dan kontraktor tidak menanggapi tuntutan kita, kita akan melakukan eskalasi gerakan yang lebih masif,” ancamnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemkab Bandung maupun kontraktor pelaksana terkait molornya pengerjaan Jembatan Munjul 2.