Ekonomi/Bisnis

Menata Kota, Menguatkan Pendapatan Daerah

23
×

Menata Kota, Menguatkan Pendapatan Daerah

Sebarkan artikel ini
Bandung di Waktu Malam (Dok Kementerian PUPR Kota Bandung dan PT Dwiponggo Seto)

Tajuk Redaksi Newssindo

BANDUNG,-

Newssindo – Pemerintah Kota Bandung tengah berbenah. Rehabilitasi jalan, penataan kabel internet melalui sistem ducting, perbaikan trotoar dan drainase, revitalisasi bangunan publik, hingga penataan pedagang kaki lima (PKL) menjadi bagian dari upaya memperbaiki wajah kota.

Langkah ini patut diapresiasi. Kota yang tertata bukan hanya lebih nyaman dipandang, tetapi juga berpotensi menjadi lebih menarik bagi wisatawan, investor, dan pelaku usaha.

Namun, penataan kota seharusnya tidak berhenti pada perubahan fisik semata. Ada manfaat ekonomi yang perlu diperjuangkan, yakni meningkatnya aktivitas usaha dan penerimaan pajak daerah.

Jalan yang baik memperlancar mobilitas. Trotoar yang nyaman mendorong aktivitas warga. Kawasan yang bersih dan tertata dapat menarik lebih banyak pengunjung. Sementara revitalisasi bangunan publik berpotensi menghidupkan kegiatan ekonomi di sekitarnya.

Jika aktivitas ekonomi tumbuh, peluang peningkatan penerimaan pajak daerah pun terbuka, mulai dari pajak makanan dan minuman, perhotelan, jasa hiburan, hingga pajak yang berkaitan dengan properti dan transaksi tanah maupun bangunan.

Meski demikian, peningkatan penerimaan tersebut tidak terjadi secara otomatis. Semuanya bergantung pada pertumbuhan usaha, daya beli masyarakat, kepatuhan wajib pajak, dan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.

Penataan PKL juga harus dilakukan secara bijak. Ketertiban memang penting, tetapi jangan sampai kebijakan tersebut justru mematikan mata pencaharian masyarakat kecil. Penataan yang baik semestinya menyediakan ruang usaha yang layak sekaligus menjaga hak pejalan kaki.

Di sinilah pentingnya sinergi antara perangkat daerah yang menangani infrastruktur, perdagangan, investasi, dan pendapatan daerah. Pembangunan harus dirancang agar manfaatnya tidak hanya terlihat di jalanan, tetapi juga terasa dalam kehidupan ekonomi masyarakat.

Redaksi Newssindo memandang, keberhasilan penataan Kota Bandung tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, kabel yang rapi, atau trotoar yang bersih. Pemerintah juga perlu mengevaluasi apakah kawasan yang ditata menjadi lebih produktif dan apakah aktivitas ekonominya berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kota yang tertata seharusnya melahirkan ekonomi yang lebih kuat. Sebab, pembangunan yang baik bukan sekadar memperindah wajah kota, melainkan juga memperbesar manfaat bagi masyarakat dan memperkuat kemampuan daerah membiayai pembangunan berikutnya.

Kini, publik menantikan pembuktian bahwa penataan Kota Bandung bukan hanya menghadirkan perubahan visual, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.