GARUT –
Newssindo – Aksi protes nyata dilakukan Warga Kampung Naska, RW 07, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Kesal jalan rusak tak kunjung diperbaiki, warga sepakat mengalihkan seluruh dana swadaya Agustusan untuk bangun jalan desa sepanjang 250 meter.
Jalan tersebut rusak parah bertahun-tahun, padahal selalu diajukan dalam Musrenbang namun tak pernah terealisasi.
Tokoh masyarakat Kampung Naska, Bapak Engkus, mengungkap keputusan itu hasil kesepakatan bersama warga dan Ketua RW 07 Deni Maulana yang sudah jenuh dengan janji manis pembangunan.
“Awalnya uang itu dikumpulkan secara swadaya untuk menggelar acara dan perlombaan Agustusan. Namun, melihat kondisi jalan yang kian memprihatinkan, kami sepakat mengalihkan dananya untuk mengecor jalan. Kebutuhan total anggaran diprediksi mencapai Rp60 juta lebih, dan saat ini pembangunan baru beres setengahnya karena keterbatasan dana,” ujar Engkus di lokasi gotong-royong.
GM FKPPI: Ini Demo Nyata, Tamparan Keras Pemerintah!
Aksi mandiri ini mendapat sorotan keras dari Wakil Ketua PC 1011 GM FKPPI Kabupaten Garut, H. Cecep Kusniansah.
“Ini adalah bentuk kekesalan masyarakat karena sama sekali tidak ada perhatian dari pemerintah. Warga akhirnya melakukan aksi demo nyata dengan membangun jalan sendiri tanpa sepeser pun bantuan dari anggaran negara. Ini tamparan keras,” tegas Cecep.
Ia mengkritik manajemen anggaran pemerintah yang selalu berlindung di balik alasan efisiensi.
“Harusnya pemerintah bisa memilah dan memilih mana pembangunan yang harusnya menjadi skala prioritas. Jangan selalu jadikan efisiensi anggaran sebagai alasan atas ketidakmampuan memperbaiki jalan desa. Jika anggaran desa terbatas, seharusnya pemerintah desa bisa mendorong dan mengawal usulan ini secara agresif kepada Pemkab atau pemerintah di atasnya,” pungkasnya.
GM FKPPI Garut memastikan tidak tinggal diam. Pihaknya akan membawa persoalan ini ke Bupati Garut dan menggelar audiensi resmi dengan DPRD Kabupaten Garut serta SKPD terkait untuk mendesak percepatan pembangunan infrastruktur di Kertajaya.











