BANDUNG –
Newssindo – Ada apa dengan anggaran Car Free Day (CFD) Bandung? Pelaksanaan CFD di Kota Bandung resmi dihentikan sementara setelah adanya temuan serius dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan anggaran.
Penghentian yang berlaku mulai pekan ini memicu reaksi keras komunitas, salah satunya Buahbatu Corps (BBC) yang mendesak Pemkot Bandung transparan soal aliran dana CFD selama ini, Sabtu (13/9/2026).
Berdasarkan keterangan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, penghentian ini adalah langkah evaluasi dan tindak lanjut rekomendasi BPK.
Temuan BPK menyoroti pengelolaan anggaran CFD tahun anggaran sebelumnya yang dinilai tidak sesuai aturan. Anggaran yang dipermasalahkan mencakup pengadaan fasilitas, kebersihan, keamanan, hingga dukungan UMKM di lokasi CFD dan Braga Beken.
Dishub yang selama ini mengelola anggaran tersebut dianggap salah dalam mengalokasikan anggaran untuk kerja sama dengan warga dan komunitas dalam hal penertiban dan pengamanan.
Kepala Dishub Kota Bandung membenarkan ada jeda.
“Kami jeda dulu CFD untuk membenahi administrasi dan memastikan seluruh penggunaan anggaran sesuai aturan. Setelah clear, CFD akan kami buka lagi dengan skema yang lebih tertib,” ujarnya.
Reaksi muncul dari BBC. Komunitas yang sejak 2019 sudah tidak ikut mengelola CFD Buahbatu ini mempertanyakan ke mana anggaran tersebut disalurkan.
Diketahui, setelah pandemi Covid-19, pengelolaan CFD Buahbatu diambil alih Pemkot Bandung melalui Peraturan Wali Kota yang dibuat eks Wali Kota Yana Mulyana tahun 2023. Sejak itu, komunitas tidak lagi dilibatkan.
Kini dengan adanya temuan BPK, Buahbatu Corps meminta audit dibuka secara terang benderang agar publik tahu anggaran CFD dipakai untuk apa saja.
Dishub mengaku sedang audit internal dan berkoordinasi dengan Inspektorat Kota Bandung.








