DaerahBerita

35 Lapak PKL di Bawah Flyover Kiaracondong Rata! Satpol PP Bongkar Paksa, Pedagang Menangis Minta Relokasi

14
×

35 Lapak PKL di Bawah Flyover Kiaracondong Rata! Satpol PP Bongkar Paksa, Pedagang Menangis Minta Relokasi

Sebarkan artikel ini

BANDUNG,-

Newssindo – Puluhan bangunan liar (Bangli) dan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di bawah Flyover Kiaracondong, Kota Bandung, rata dengan tanah. Petugas gabungan membongkar paksa 35 lapak liar, Senin (13/10/2026).

Pembongkaran melibatkan Satpol PP Kota Bandung, Dinas Cipta Karya, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DSDABM), Kecamatan Kiaracondong dan Batununggal, TNI-Polri, serta PT KAI selaku pemilik aset lahan.

Pantauan NEWSSINDO, suasana penertiban sempat memanas. Sejumlah pedagang mencoba mempertahankan lapaknya, terlibat adu mulut dengan petugas. Namun dengan pendekatan persuasif, pembongkaran tetap berjalan.

Sudah Diperingatkan Dua Kali, Tetap Membandel

Kepala Satpol PP Kota Bandung menegaskan, penertiban sudah sesuai prosedur. Pemilik lapak telah diberi Surat Peringatan (SP) 1 dan SP 2 serta sosialisasi langsung.

“Kawasan bawah flyover ini bukan tempat berjualan. Ini aset negara, rawan kebakaran, mengganggu estetika dan bisa membahayakan konstruksi flyover,” tegas Kasatpol PP di lokasi.

Total 35 lapak yang ditertibkan terdiri dari warung kopi semi permanen, bengkel tambal ban, lapak pakaian bekas, hingga tempat penampungan barang rongsok.

3 Alasan Utama Pembongkaran

Pemkot Bandung mengungkap tiga alasan krusial di balik penertiban ini:

  1. Melanggar Perda Kota Bandung tentang Ketertiban Umum.
  2. Membahayakan Konstruksi: Berada di bawah infrastruktur vital flyover yang dilarang untuk aktivitas membakar (kompor gas, las) dan bangunan permanen.
  3. Picu Kemacetan: Menindaklanjuti keluhan warga soal kesemrawutan dan kemacetan di sekitar Flyover Kiaracondong akibat lapak liar.

“Di bawah flyover itu banyak aktivitas masak pakai kompor gas, las, ini sangat berbahaya. Selain itu juga membuat macet dan kumuh,” tambahnya.

Di sisi lain, pedagang mengaku pasrah namun menagih janji solusi.

“Kami bukan tidak mau ditertibkan, tapi kami butuh makan. Kalau bisa kami dikasih tempat relokasi, jangan cuma dibongkar. Kami sudah jualan bertahun-tahun di sini,” ujar Asep (52), pedagang kopi yang lapaknya rata.

Seluruh material hasil bongkaran diangkut menggunakan truk ke Gudang Satpol PP. Lahan eks lapak selanjutnya akan dipasangi pagar pembatas dan papan larangan membangun serta berjualan di zona flyover.

Pemkot Bandung memastikan operasi serupa akan berlanjut. Sasaran selanjutnya adalah kolong Flyover Kopo dan Flyover Soekarno-Hatta.