KAB -BEKASI,-
Newssindo – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjungbaru menunjukkan respons cepat terhadap aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan program makanan bergizi. Menindaklanjuti adanya aduan warga mengenai menu makanan yang dinilai perlu mendapat perhatian, jajaran BPD Tanjungbaru melakukan kunjungan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 2 Tanjungbaru.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus fungsi pengawasan BPD terhadap pelayanan yang diterima masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Ketu BPD Desa Tanjungbaru Sugandi berdialog dengan pihak pengelola SPPG untuk menyampaikan berbagai masukan yang dihimpun dari masyarakat.
BPD Tanjungbaru meminta agar kualitas menu makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat terus diperbaiki, baik dari sisi cita rasa, variasi menu, kebersihan, maupun kandungan gizi. Hal tersebut dinilai penting agar makanan yang diberikan benar-benar memenuhi tujuan program pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Selain persoalan menu, BPD Tanjungbaru juga mendorong adanya evaluasi secara berkala terhadap proses penyediaan dan distribusi makanan. Setiap masukan dari masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bersama sehingga pelayanan SPPG semakin baik ke depannya.
“Kami datang untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Prinsipnya kami ingin memastikan pelayanan berjalan dengan baik dan makanan yang diterima masyarakat memiliki kualitas serta kandungan gizi yang sesuai,” ujar Sugandi Ketua BPD Tanjungbaru.Pada.Kamis (17/09/2026).
BPD Tanjungbaru juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan informasi atau keluhan melalui mekanisme yang baik apabila menemukan persoalan dalam pelaksanaan program. Setiap laporan diharapkan disertai informasi yang jelas sehingga dapat segera ditindaklanjuti dan diklarifikasi bersama.
Sementara itu, pihak SPPG 2 Tanjungbaru Yang di wakili Ibu Yani Aslap SPPG 2Tanjungbaru menerima masukan yang disampaikan BPD dan diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap menu serta penyajian makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa, BPD, dan pengelola SPPG. Dengan adanya koordinasi dan pengawasan bersama, pelaksanaan program diharapkan dapat berjalan secara optimal serta memberikan manfaat sesuai tujuan pemenuhan gizi masyarakat.
BPD Tanjungbaru menegaskan bahwa pengawasan dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama agar kualitas pelayanan publik terus meningkat dan aspirasi masyarakat mendapatkan perhatian.








