OpiniBerita

Pendidikan Politik Demokrat Bandung: Ahmad Bajuri Tekankan KTA Jadi Alat Ukur Kemenangan Partai

29
×

Pendidikan Politik Demokrat Bandung: Ahmad Bajuri Tekankan KTA Jadi Alat Ukur Kemenangan Partai

Sebarkan artikel ini

BANDUNG,-

Newssindo – Pendidikan politik DPD Partai Demokrat Jawa Barat bersama kader DPC Partai Demokrat Kota Bandung di Hotel Grand Asrilia, Kota Bandung, Sabtu (22/8/2026), menjadi momentum penguatan kader sekaligus konsolidasi organisasi menghadapi dinamika politik ke depan.

Hadir sebagai pemateri, H. Ahmad Bajuri, SE, MM, Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Jawa Barat.

Bajuri menekankan pentingnya membangun kader yang memiliki kematangan secara intelektual, emosional dan spiritual.

Menurutnya, kematangan intelektual dibangun melalui pendidikan dan proses belajar. Sementara kematangan emosional tumbuh dari aktivitas sosial dan pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat. Adapun spiritualitas menjadi landasan moral dalam menjalankan pengabdian.

Dengan latar belakang sebagai aktivis organisasi, Bajuri mendorong kader Demokrat untuk tidak hanya aktif di internal partai, tetapi juga terus hadir di tengah masyarakat.

Menurutnya, berorganisasi berarti membangun kebersamaan. Sementara dalam konteks politik, setiap organisasi tentu memiliki kepentingan masing-masing.

Namun demikian, Bajuri mengingatkan agar kader tidak memandang politik sebagai sesuatu yang identik dengan cara-cara kotor.

“Berpolitik tidak harus kotor dan menghalalkan segala cara. Berpolitik justru lebih menegaskan kepada cara pandang diri kita terhadap bangsa dan negara,” ujarnya.

Bajuri meminta kader Demokrat memahami dinamika kepartaian melalui empat perspektif, yakni ideologi, sosiologi, psikologi dan pragmatis.

Keempat aspek tersebut dinilai penting agar kader mampu memahami bukan hanya kondisi internal partai, tetapi juga karakter, kecenderungan dan kebutuhan masyarakat.

Ia juga menegaskan pentingnya penguatan basis keanggotaan. Menurut Bajuri, salah satu alat ukur kekuatan politik partai dapat dilihat dari keberadaan dan pertumbuhan Kartu Tanda Anggota (KTA).

Karena itu, seluruh struktur partai didorong untuk terus memperkuat kaderisasi dan meningkatkan jumlah anggota.

“Alat ukur kemenangan politik adalah adanya KTA. Maka di setiap struktur harus dikembangkan rasa optimisme dengan alat ukur berupa kesiapan kader dan keanggotaan yang terus bertambah,” jelasnya.

Selain penguatan KTA-nisasi, Bajuri mendorong kader dan anggota Demokrat memberikan tanda keberadaan partai di lingkungan masing-masing. Salah satunya melalui pemasangan bendera Partai Demokrat di rumah-rumah kader dan anggota.

Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar simbol, tetapi bagian dari upaya memperkuat identitas dan keberadaan struktur partai hingga tingkat masyarakat.

Bajuri juga mengingatkan kader agar mampu membaca perilaku dan kecenderungan politik masyarakat secara lebih objektif.

Menurutnya, terdapat fenomena ketika seseorang menyukai seorang pimpinan atau figur partai, tetapi belum tentu menyukai partainya. Sebaliknya, ada pula masyarakat yang menyukai partainya namun tidak memiliki ketertarikan yang sama terhadap figur tertentu.

Kondisi tersebut, kata Bajuri, harus menjadi bahan evaluasi bagi kader dalam menyusun strategi komunikasi politik dan kampanye.

“Kita harus membaca kecenderungan ini untuk menyiapkan cara-cara kampanye yang efektif agar kemenangan partai bisa diraih,” katanya.

Selain pendidikan politik di Kota Bandung, Bajuri menyampaikan bahwa Partai Demokrat di berbagai daerah Jawa Barat pada momentum yang sama tengah menjalankan sejumlah kegiatan kepartaian.

Di antaranya agenda Langit Biru, pesta rakyat serta persiapan menuju Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Jawa Barat.

Bajuri mengapresiasi pelaksanaan pendidikan politik tersebut. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat melahirkan kader yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan membaca masyarakat dan bekerja nyata di tengah lingkungan sosial.

Bagi Demokrat, penguatan struktur dan kaderisasi menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan menghadapi kontestasi politik mendatang.