KARAWANG,-
Newssindo – Dunia hiburan Bekasi-Karawang memanas! Seorang pekerja seni asal Bekasi berinisial Saeful diduga menjadi korban pengeroyokan brutal di Rengasdengklok, Karawang. Pemicunya sepele, hanya gara-gara persoalan sound system.
Korban sudah resmi melapor ke Polsek Rengasdengklok, Polres Karawang, Kamis (15/10/2026). Surat Tanda Terima Laporan sudah dikantongi redaksi Newssindo.com.
Forum Kesenian Kabupaten Bekasi (FKKB) langsung turun gunung. Mereka menyatakan akan mengawal penuh kasus ini sampai tuntas.
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 00.12 WIB di Kampung Bakan Tengah, RT 039/RW 018, Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang.
Bermula saat Saeful yang bekerja sebagai Buruh Harian Lepas (BHL) menanyakan keberadaan sound system yang disebut berada di bawah penguasaan pelaku berinisial HRS. Pertanyaan itu justru memicu emosi pelaku.
Dalam laporannya, Saeful mengaku dikeroyok beberapa orang di bagian wajah. Tak berhenti di situ, setelah sempat dilerai, salah satu pelaku diduga kembali datang membawa senjata tajam jenis celurit untuk mengancam korban.
Akibatnya, Saeful babak belur dengan luka memar di wajah, mata kiri, dan bawah mata kiri.
Ketua FKKB, Firmansyah, S.Pd.Gr., menegaskan pihaknya sangat prihatin dan tidak akan tinggal diam.
“Kami dari Forum Kesenian Kabupaten Bekasi sangat prihatin atas dugaan peristiwa yang menimpa saudara kita, Saeful, seorang pekerja seni. Kami berharap persoalan ini dapat ditangani secara profesional oleh pihak kepolisian,” tegas Firmansyah.
Menurutnya, pekerja seni adalah pejuang nafkah yang harus dilindungi. Persoalan sound system seharusnya bisa diselesaikan lewat musyawarah, bukan dengan bogem mentah dan celurit.
“FKKB ingin memastikan persoalan yang menimpa pekerja seni mendapat perhatian yang semestinya. Kami mendukung proses hukum yang objektif. Jangan sampai ada lagi pekerja seni yang mengalami intimidasi maupun kekerasan saat menjalankan pekerjaannya,” tandasnya.
FKKB kini terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan hak-hak korban terpenuhi dan kasus diusut tuntas secara profesional.







