BANDUNG BARAT,-
Newssindo – Bencana cuaca ekstrem melanda Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (26/10/2026) sore.
Bencana tanah longsor dan angin puting beliung menerjang empat desa sekaligus, menyebabkan ratusan rumah porak poranda.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mencatat, dua unit rumah warga di Desa Campakamekar tertimbun material longsor setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 15.12 WIB.
“Kejadian yang lebih berdampak terjadi di Desa Campakamekar, di mana tanah longsor menimpa lahan persawahan dan menimbun dua unit rumah warga milik 2 kepala keluarga,” tulis BPBD dalam laporan asesmen cepat, Selasa (27/10/2026).
Longsor ini merupakan bagian dari rangkaian bencana cuaca ekstrem yang melanda empat desa di Padalarang, yaitu Desa Padalarang, Jayamekar, Kertajaya, dan Campakamekar.
Selain longsor, angin puting beliung menerjang Desa Padalarang dan menyebabkan kerusakan masif.
Hingga Selasa pagi, BPBD mencatat total 522 rumah rusak akibat terjangan cuaca ekstrem tersebut.
Rincian kerusakan paling parah:
- Desa Padalarang: 398 rumah rusak (139 ringan, 161 sedang, 98 berat) – Dampak terparah!
- Desa Jayamekar: 95 rumah rusak
- Desa Kertajaya: 27 rumah rusak
- Desa Campakamekar: 2 rumah tertimbun longsor
Fasilitas umum juga tak luput dari amukan cuaca. Tercatat 7 unit fasum di Desa Padalarang dan 2 unit di Desa Kertajaya ikut terdampak.
Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail langsung turun ke lokasi bencana atas instruksi Bupati Jeje Ritchie Ismail untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat. Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan pembersihan puing dan pendataan kerugian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor di Campakamekar.
Namun BPBD mengimbau keras warga yang tinggal di area lereng dan bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi karena curah hujan masih tinggi dan potensi longsor serta puting beliung susulan masih sangat besar.







