BANDUNG BARAT,-
Newssindo — Kinerja oknum anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) berinisial DM yang menjabat sebagai Ketua Fraksi menjadi sorotan tajam publik. Oknum tersebut diduga mangkir berbulan-bulan dari aktivitas kedewanan dan hanya rajin masuk selama dua minggu saat pembahasan anggaran.
Perilaku tebang pilih masuk kantor itu dinilai Aliansi Aktivis Jawa Barat bukan sekadar pelanggaran tata tertib, melainkan pengkhianatan terhadap amanat 1,2 juta masyarakat KBB.
Koordinator Aliansi Aktivis Jawa Barat sekaligus Pemerhati Kebijakan Publik, Agus Satria, menegaskan kehadiran dewan tidak boleh direduksi menjadi formalitas penggugur kewajiban.
Aliansi Aktivis Jabar menilai aksi mangkir Ketua Fraksi inisial DM ini berdampak fatal dalam tiga hal sekaligus, yakni melumpuhkan fungsi legislasi dan pengawasan DPRD KBB karena hanya muncul saat anggaran, menciptakan ketimpangan beban kerja yang dilimpahkan kepada anggota dewan lain, serta mengindikasikan praktik gaji buta yang mengkhianati amanah 1,2 juta warga KBB.
Untuk itu, Aliansi Aktivis Jabar mendesak tiga langkah tegas:
Pertama, Badan Kehormatan (BK) DPRD KBB harus segera memanggil dan memeriksa rekapitulasi presensi oknum DM secara transparan dan memberikan sanksi etik terukur.
Kedua, Pimpinan Fraksi dan Partai Politik terkait harus bertindak konkret, tidak membiarkan kadernya mengabaikan fungsi legislasi demi menjaga marwah partai.
Ketiga, Jika pelanggaran berulang, mekanisme Penggantian Antar Waktu (PAW) harus ditempuh untuk memulihkan marwah parlemen KBB.
“Jika Badan Kehormatan DPRD KBB justru masuk angin, main mata, atau sengaja memperlambat proses penanganan oknum ini, maka BK telah menjadi bagian dari perusakan marwah lembaga parlemen!” tegas Agus Satria.
Ia memastikan akan mengawal kasus ini sampai tuntas.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Aliansi Aktivis Jabar bersama elemen masyarakat akan melakukan pengawasan melekat. Jika BK mandul dan tidak berani bertindak tegas, kami siap membawa gelombang protes massa yang lebih besar ke gedung dewan!” pungkasnya.









