BANDUNG –
Newssindo – Warga Bandung Raya digegerkan suara dentuman keras yang bergemuruh pada Senin (17/8/2026) siang. Bunyi mirip ledakan itu terdengar di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, hingga Bandung Barat sekitar pukul 11.00 – 12.00 WIB.
Sontak media sosial dan grup WhatsApp diramaikan video dan narasi yang mengaitkan dentuman dengan erupsi Gunung Krakatau. Menanggapi spekulasi itu, BMKG akhirnya angkat bicara dan meluruskan.
Kepala Stasiun Geofisika Bandung BMKG menjelaskan, hasil monitoring tidak mencatat aktivitas kegempaan vulkanik maupun sonic boom dari Gunung Krakatau.
“Dari data kami, tidak ada korelasi dentuman tersebut dengan aktivitas vulkanik Krakatau maupun gempa tektonik. Dugaan kuat mengarah pada fenomena pelepasan gas metana dari endapan Danau Bandung Purba,” ujarnya.
Danau Bandung Purba merupakan danau raksasa yang dahulu menutupi seluruh Cekungan Bandung. Seiring waktu danau mengering menjadi dataran, namun endapan lumpur dan material organiknya masih menyimpan gas metana dalam jumlah besar.
“Ketika ada perubahan tekanan, pergeseran tanah kecil, atau aktivitas manusia seperti pengeboran, gas metana bisa terlepas tiba-tiba. Pelepasan itu menimbulkan suara dentuman dan getaran ringan,” jelasnya.
Warga Panik, Video Viral
Sejumlah warga mengaku selain mendengar dentuman juga merasakan getaran ringan seperti dari bawah tanah. Video berjudul “dentuman Bandung seperti Krakatau meletus” pun viral dan memicu kepanikan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Imbauan: Jauhi Api Terbuka
Meski bukan bencana besar, BMKG meminta warga tetap waspada karena gas metana mudah terbakar.
“Kami imbau masyarakat khususnya di area cekungan dan bekas rawa untuk menghindari sumber api terbuka jika mencium bau gas menyengat. Segera laporkan ke RT/RW dan pihak berwenang,” pesannya.
Saat ini BMKG bersama PVMBG dan BPBD Kota/Kabupaten Bandung akan melakukan pengecekan lapangan di titik-titik laporan warga untuk memastikan tidak ada akumulasi gas berbahaya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi Bandung Raya terpantau kondusif dan aktivitas warga berjalan normal.
Kesimpulan BMKG: Dentuman bukan dari Krakatau, melainkan dugaan fenomena alam pelepasan gas metana dari endapan Danau Bandung Purba yang menjadi ciri khas geologi Cekungan Bandung.








