BANDUNG,-
Newssindo – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) pemilik kios di Jalan Dipatiukur – Singaperbangsa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, agendakan aksi unjuk rasa besar dengan mendirikan tenda keprihatinan selama sepekan.
Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan mendalam kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Dedi Mulyadi (KDM). Pasalnya, sudah 4 kali mendatangi Gedung Sate, namun tidak ada kepastian terkait keadilan bagi pedagang yang kiosnya sudah 3 bulan lebih dibongkar tanpa relokasi maupun kompensasi.
Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi dan Kebijakan Pemerintah, Susanto, mengatakan para pedagang merasa dipermainkan oleh pejabat Gedung Sate.

“Kami sudah 4 kali ke Gedung Sate sampai terakhir ke depan gerbang pintu ukir KDM namun tidak ada satupun yang kita temui. Sementara perwakilan dari biro umum hanya memberikan solusi untuk menyampaikan kepada gubernur namun sampai Sabtu ini nihil tidak ada solusi,” ujar Susanto, Sabtu (22/8/2026) di Bandung.
Ia menyebut Gubernur maupun Sekda selalu tidak ada di tempat. Bahkan pejabat di bawahnya tidak mengetahui keberadaan gubernur karena tidak memakai protokoler sesuai aturan kepemerintahan.
“Atas perlakuan ini, kami kecewa dan akan menggelar aksi unjuk rasa besar dalam bentuk tenda keprihatinan di Jalan Dipatiukur dan Monumen Perjuangan sebagai bentuk kekecewaan yang dalam,” tegasnya.
Rencananya, aksi akan digelar selama sepekan dengan mengerahkan sekitar 200 peserta yang terdiri dari pedagang, keluarga, aktivis, dan mahasiswa hingga perjuangan selesai.












