SUBANG,-
Newssindo – Dua bocah kembar siam asal Kabupaten Subang menjalani hari pertama masuk sekolah pada senin 13 Juli 2026, dengan penuh keceriaan. Meski memiliki kondisi fisik yang menempel, kedua anak itu bersemangat memulai pengalaman belajar bersama teman-teman sekolah dan guru. Kedua bocah kembar siam tersebut mulai menempuh pendidikan di SLB Negeri Trituna, Sabtu (18/7/2026).
Pihak sekolah telah mempersiapkan layanan khusus agar proses pembelajaran berjalan nyaman bagi kedua siswa.
Kami menata tempat duduk lebih luas dan menugaskan seorang pendamping agar mereka dapat mengikuti kegiatan kelas dengan leluasa. Selain itu guru-guru juga mendapat pengarahan mengenai adaptasi dan komunikasi yang ramah.
Bocah kembar siam tersebut tampak ceria. Keduanya menyanyi bersama rekan-rekannya yang sama-sama memiliki keterbatasan fisik.
Kegiatan adaptasi sosial di sekolah difokuskan pada membangun penerimaan dan empati antar murid.
Wini Pertiwi (42),ibu dari kedua bocah kembar siam tersebut awalnya khawatir, tapi setelah melihat mereka tersenyum dan berbaur dengan teman-teman, hatinya lega. Ia berharap anaknya tersebut dapat terus bersekolah, berkembang, dan berinteraksi dengan lingkungan tanpa hambatan, ujarnya.
Wini berharap, kedua anaknya yang kembar siam tersebut bisa hidup normal seperti anak sebayanya. Jika sudah dewasa, menurut dia, kemungkinan akan dilakukan operasi pemisahan tubuh.
Hingga saat ini, bantuan untuk Nur Hidayah dan Nur Syafaat masih terus mengalir dari berbagai yayasan, seperti halnya bantuan yang datang dari Yayasan Amal Baik Insani Bandung berupa modal usaha untuk kedua orangtua bocah itu, Bantuan juga datang dari dokter Maxi, dokter yang dikenal dermawan tersebut rutin memberikan bantuan untuk membantu kebutuhan bocah kembar siam, bebernya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Pendidikan menyatakan akan terus memfasilitasi akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Pihaknya sedang mengkaji program pendampingan dan fasilitas inklusif yang lebih luas untuk diterapkan di sekolah-sekolah dasar wilayah tersebut.
Sumber dinas Pemkab Subang berharap lingkungan sekolah dan masyarakat bisa memberikan dukungan agar mereka tumbuh percaya diri dan mendapat pendidikan yang layak. rif












